ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bayi baru lahir normal
adalah bayi lahir yang melewati masa penyesuaian pada minggu pertama
kehidupannya. Sedangkan waktu di dalam uterus ibu bayi aman, hangat dan makan
dengan baik. Setelah lahir bayi harus menyesuaikan pada pola untuk makan,
bernapas dan tetap hangat (Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000).
Menurut Survey
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002, angka kematian ibu yaitu
307/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi baru lahir sebesar
45/1000 kelahiran hidup, dan kematian bayi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain : infeksi, asfiksia neonatorum, trauma kelahiran, cacat bawaan,
penyakit yang berhubungan dengan prematuritas dan dismaturitas, imaturitas dan
lain-lain.
Ditinjau dari
pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal merupakan periode yang
paling kritis. Pencegahan asfiksia, mempertahankan suhu tubuh bayi terutama
pada BBLR, pemberian ASI dalam usaha menurunkan angka kematian oleh karena
diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan kenaikan berat badan dan
stimulasi psikologi merupakan tugas pokok bagi pemantau kesehatan bayi dan
anak.
Hal ini akan memberikan kontribusi yang positif dalam penurunan
angka kematian bayi. Oleh karena itu peran bidan dalam mengatasi terjadinya
komplikasi pada bayi maka perlu dilakukan asuhan kebidanan yang memadai dan
paripurna dalam rangka melaksanakan fungsinya untuk memelihara kesehatan
reproduksi sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan taraf hidup ibu dan bayi
yang pada akhirnya dapat menurunkan AKI dan AKB.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah mempelajari,
memahami dan menggunakan manajemen kebidanan ini diharapkan dapat
mengaplikasikan teori yang telah didapat dengan kasus yang ada di lapangan
untuk memberikan pelayanan yang bermutu sehingga dapat mendukung peran, tugas
dan tanggung jawab bidan.
1.2.2 Tujuan Khusus
Setelah melakukan
asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa mampu :
1. Melakukan pengkajian
terhadap bayi baru lahir normal.
2. Mengidentifikasi
diagnosa dan masalah kebidanan pada bayi baru lahir normal.
3. Mengidentifikasi
diagnosa atau masalah potensial yang mungkin dapat terjadi pada bayi baru lahir
normal.
4. Melakukan antisipasi
dan tindakan segera atau kolaborasi.
5. Melakukan suatu
perencanaan pada bayi baru lahir normal.
6. Melaksanakan rencana
yang telah disusun.
7. Mengevaluasi
pelaksanaan dari rencana yang telah diberikan kepada klien.
1.3 Metode Penulisan
1. Praktek Lapangan
Metode yang dibuat
berdasarkan kasus yang ditemukan pada praktek di lapangan.
2. Teknik Pengumpulan
Data
a. Wawancara atau
Anamnesa
Data diambil dengan
melakukan tanya jawab secara langsung dengan keluarga pasien.
b. Observasi TTV dan
Pemeriksaan Fisik
Diperoleh secara
menyeluruh mulai dari teknik inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.
c. Pemeriksaan Penunjang
Lainnya
3. Tinjauan Pustaka
Metode yang dibuat
berdasarkan sumber buku yang ada dan disesuaikan dengan kasus yang ada di
lapangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Bayi Baru
Lahir Normal
2.1.1 Pengertian
Bayi baru lahir adalah
bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran (Saifuddin, 2002).
Bayi baru lahir normal
adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan
berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Depkes RI, 2005).
Bayi baru lahir adalah
bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38
– 42 minggu (Dona L. Wong, 2003).
Bayi baru lahir normal
adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung
menangis, dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat (M.
Sholeh Khosim, 2007).
Ciri-ciri Umum Bayi Baru Lahir Normal :
1. Berat badan : 2500 – 4000 gram
2. Panjang badan : 48 – 52 cm
3. Lingkar kepala : 33 – 35 cm
4. Lingkar dada : 30 – 38 cm
5. Masa kehamilan : 37 – 42 minggu
6. Denyut jantung : 180x/mnt, turun 120x/mnt
7. Respirasi : 80x/mnt, turun 40x/mn
8. Kulit kemerahan licin
9. Kuku agak panjang dan
lemas
10. Genitalia
a. Wanita : Labia mayora sudah
menutupi labia minora
b. Laki-laki : Testis sudah turun
11. Refleks hisap dan
menelan, refleks moro, graft refleks sudah baik
12. Eliminasi baik, urine
dan mekonium keluar dalam 24 jam pertama
13. Suhu :
36,5 – 37º C (Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000).
2.1.2 Penanganan Bayi Baru Lahir
Menurut Prawirohardjo,
(2002) tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir, adalah:
1. Membersihkan jalan
nafas
Bayi normal akan
menangis spontan segera setelah lahir, apabila bayi tidak langsung menangis,
penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut :
a. Letakkan bayi pada
posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.
b. Posisi kepala diatur
lurus sedikit tengadah ke belakang
c. Bersihkan hidung,
rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa
steril.
d. Tepuk kedua telapak
kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain.
2. Memotong dan Merawat
Tali Pusat
Tali pusat dipotong
sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan
mempengaruhi bayi, kecuali pada bayi kurang bulan. Tali pusat dipotong 5 cm
dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat
steril. Apabila masih terjadi perdarahan dapat dibuat ikatan baru. Luka tali
pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% atau povidon iodin 10% serta
dibalut kasa steril. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan atau setiap tali
basah / kotor.
Sebelum memotong tali
pusat, dipastikan bahwa talipusat telah diklem dengan baik, untuk mencegah
terjadinya perdarahan, membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja
tambahan.
3. Mempertahankan Suhu
Tubuh Bayi
Pada waktu baru lahir,
bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari
luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat.
4. Memberi Vitamin K
Untuk mencegah
terjadinya perdarahan, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu
diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi
diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg I.M
5. Memberi Obat Tetes /
Salep Mata
Dibeberapa negara
perawatan mata bayi baru lahir secara hukum diharuskan untuk mencegah
terjadinya oplitalmic neonatorum. Di daerah dimana prevalensi gonorhoe tinggi,
setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir.
Pemberian obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk
pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual).
6. Identifikasi Bayi
a. Peralatan identifikasi
bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien, di kamar
bersalin dan di ruang rawat bayi.
b. Alat yang digunakan,
hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah
sobek dan tidak mudah lepas.
c. Pada alat/gelang
identifikasi harus tercantum : nama (bayi, nyonya) tanggal lahir, nomor bayi,
jenis kelamin, unit, nama lengkap ibu.
d. Di setiap tempat tidur
harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
7. Pemantauan Bayi Baru
Lahir
Tujuan pemantauan bayi
baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi
masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan
penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.
2 jam pertama sesudah
lahir meliputi :
a. Kemampuan menghisap
kuat atau lemah
b. Bayi tampak aktif atau
lunglai
c. Bayi kemerahan atau
biru
Sebelum penolong
persalinan meninggalkan ibu dan bayinya. Penolong persalinan melakukan
pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang
memerlukan tindak lanjut seperti :
a. Bayi kecil untuk masa
kehamilan atau bayi kurang bulan
b. Gangguan pernapasan
c. Hipotermia
d. Infeksi
e. Cacat bawaan dan
trauma lahir
2.1.3 Yang Perlu Dipantau
Pada Bayi Baru Lahir
1. Suhu badan dan
lingkungan
2. Tanda-tanda vital
3. Berat badan
4. Mandi dan perawatan
kulit
5. Pakaian
6. Perawatan tali pusat
2.1.4 Yang Perlu Diperhatikan Pada Bayi Baru Lahir
|
1. Kesatuan dan reaksi
terhadap sekeliling.
|
Perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan, rangsangan
atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan.
|
|
2. Keaktifan
|
Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang
simetri pada waktu bangun. Adanya tremor pada bibir, kaki dan tangan pada
waktu menangis adalah normal, tetapi bila hal ini terjadi pada waktu tidur,
kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lebih
lanjut.
|
|
3. Simetri
|
Apakah secara keseluruhan badan seimbang.
|
|
4. Kepala
|
Apakah tidak simetris, berupa tumor lunak di belakang atas
yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang akibat proses kelahiran, ukur
lingkar kepala.
|
|
5. Muka wajah
|
Bayi tanpa ekspresi
|
|
6. Mata
|
Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah
yang akan menghilang dalam waktu 6 minggu.
|
|
7. Mulut
|
Salivasi tidak terdapat pada bayi normal, bila terdapat sekret
yang berlebihan kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna.
|
|
8. Leher, dada, abdomen
|
Melihat adanya cedera akibat persalinan, ukur lingkar dada.
|
|
9. Punggung
|
Adakah benjolan atau tumor atau tulang punggung dengan lakukan
yang kurang sempurna.
|
|
10. Bahu, tangan, sendi,
tungkai
|
Perlu diperhatikan bentuk, geraknya, fraktur, paresis.
|
|
11. Kulit dan kuku
|
Dalam keadaan normal kulit berwarna kemerahan. Kadang-kadang
didapatkan kulit yang mengelupas ringan, pengelupasan yang berlebihan harus
dipikirkan kemungkinan adanya kelainan.
|
|
12. Kelancaran menghisap dan pencernaan
|
Harus diperhatikan.
|
|
13. Tinja dan kemih
|
Diharapkan keluar dalam 24 jam pertama. Waspada bila terjadi
perut yang tiba-tiba membesar, tanpa keluarnya tinja disertai muntah, dan
mungkin dengan kulit kebiruan harap segera konsultasi untuk pemeriksaan lebih
lanjut.
|
|
14. Berat badan
|
Sebaiknya tiap hari dipantau, penurunan berat badan lebih dari
5% berat badan waktu lahir, menunjukkan kekurangan cairan.
|
2.1.5 Bayi Baru Lahir Normal
Terbagi Menjadi 2 Masa
1. Reaktif I
Terjadi 15 – 30 menit pertama sesudah lahir
a. Bayi menggerakkan
kepala
b. Takikardi terjadi
dalam 3 menit pertama
c. Respirasi cepat,
cuping hidung dan retraksi
d. Suhu tubuh turun
diikuti aktivitas, tonus otot meningkat
e. Stimulasi para
simpatis (bayi tidak menangis)
f. Reaksi khas dan respon
2. Reaktif II
Respirasi cepat, tonus cepat, warna kulit berubah
a. Respirasi cepat, tonus
cepat, warna kulit berubah
b. Mucus oral menetap
c. Bayi responsif
terhadap sentuhan, denyut jantung stabil
d. Pengeluaran mekonium
e. Stabilitas vasomotor
dan pernapasan ireguler (mulut, hidung)
2.1.6 Reflek-reflek Untuk
Menilai Keadaan Bayi
1. Reflek Moro
Reflek ini terjadi
karena adanya reaksi miring terhadap rangsangan mendadak. Refleksnya simetris
dan terjadi pada 8 minggu pertama setelah lahir. Tidak adanya refleks moro
menandakan terjadinya kerusakan atau ketidakmatangan otak.
2. Refleks Rooting /
Refleks Dasar
Dalam memberikan
reaksi terhadap belaian di pipi atau sisi mulut, bayi akan menoleh ke arah
sumber rangsangan dan membuka mulutnya siap untuk menghisap.
3. Refleks Menyedot dan
Menelan / Refleks Sucking
Berkembang dengan baik
pada bayi normal dan dikoordinasikan dengan pernafasan. Ini penting untuk
pemberian makan yang aman dan gizi yang memadai.
4. Refleks Mengedip dan
Refleks Mata
Melindungi mata dari trauma.
5. Refleks Graphs /
Plantar
Genggaman tangan
diperoleh dengan menempatkan jari atau pensil di dalam telapak tangan bayi yang
akan menggenggam dengan erat. Reaksi yang sama dapat ditunjukkan dengan
membelai bagian bawah tumit (genggam telapak kaki).
6. Refleks Walking /
Berjalan dan Melangkah
Jika disangga secara
tegak dengan kaki menyentuh permukaan yang rata, bayi akan terangsang untuk
berjalan.
7. Refleks Tonik Neck
Pada posisi terlentang
lengan disamping tubuh tempat kepala menoleh kearah itu terulur sedangkan
lengan sebelah terkulai.
8. Refleks Tarik
Jika didudukkan tegak,
kepala bayi pada awalnya akan terkulai ke belakang lalu bergerak ke kanan
sesaat sebelum akhirnya tertunduk ke arah depan (Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000).
2.1.7 Tabel Penilaian Bayi
Baru Lahir Normal
Sistem Penilaian APGAR
|
Tanda
|
0
|
1
|
2
|
|
A : Appearance colour (warna kulit)
|
Biru atau pucat
|
Tubuh kemerahan,
ekstremitas biru
|
Seluruh tubuh
kemerahan
|
|
P : Pulse (Heart Rate) frekuensi jantung
|
Tidak ada
|
Dibawah 100x/mnt
|
Diatas 100x/mnt
|
|
G : Grimace
(reaksi terhadap
rangsangan)
|
Tidak ada
|
Sedikit gerakan
mimik
|
Menangis, baik atau bersin
|
|
A : Activity
(Tonus otot)
|
Lumpuh
|
Ekstremitas dalam
fleksi sedikit
|
Gerakan aktif
|
|
R : Respiration
(usaha nafas)
|
Tidak ada
|
Lemah, tidak teratur
|
Menangis kuat
|
2.1.8 Penilaian Bayi Untuk
Tanda-tanda Kegawatan
1. Bayi baru lahir
dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda-tanda berikut
:
a. Sesak nafas
b. Frekuensi pernapasan
60x/mnt
c. Gerak retraksi di dada
d. Malas minum
e. Panas atau suhu bayi
rendah
f. Kurang aktif
g. Berat lahir rendah
(1500 – 2500 gr) dengan kesulitan minum
2. Tanda-tanda bayi sakit
berat
a. Sulit minum
b. Sianosis sentral
(lidah biru)
c. Perut kembung
d. Periode Apnea
e. Kejang / periode
kejang-kejang kecil
f. Merintih
g. Perdarahan
h. Sangat kuning
i. Berat badan lahir <
1500 gr (Prawirohardjo, 2002).
2.2 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Menurut Helen Varney
Manajemen kebidanan
adalah metode pendekatan pemecahan masalah kesehatan ibu dan anak yang khusus
dilakukan oleh bidan di dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu,
keluarga dan masyarakat.
Didalam melaksanakan
proses manajemen ini menggunakan tujuh langkah yaitu :
2.2.1 Pengumpulan Data
Adalah pengumpulan
data lengkap untuk mengevaluasi pasien dengan memperoleh seluruh data yang
dibutuhkan untuk penilaian secara sempurna dari klien.
1. Data Subyektif
a. Identitas / Biodata
1) Nama
Meliputi nama bayi,
nama ibu dan ayah. Tujuannya adalah untuk membedakan dengan pasien lain.
2) Umur
Untuk mengetahui sudah
berapa lama bayi lahir sehingga bisa menentukan keadaan bayi dan penanganannya.
3) Jenis Kelamin Bayi
4) Suku / Bangsa
Untuk mengetahui adat
/ kebiasaan yang sering terjadi dan masih dilakukan keluarga.
5) Pendidikan Orang Tua
Berhubungan dengan
penerimaan motivasi dan pendidikan kesehatan yang diberikan petugas kesehatan
kepada orang tua.
6) Pekerjaan Orang Tua
Untuk mengetahui taraf
ekonomi keluarga agar sesuai dengan pelayanan yang diberikan.
7) Alamat Klien
Mengetahui lingkungan
tempat tinggal klien.
b. Keluhan Utama
Untuk mengetahui apa
yang dirasakan atau keadaan pasien saat ini.. Pada asuhan neonatus keluhan
utama yang disampaikan ibu adalah telah melahirkan bayinya beberapa waktu lalu,
berat badan, panjang badan, jenis kelamin dan jenis persalinannya.
c. Riwayat Prenatal
(Kehamilan)
Untuk mengetahui
kebiasaan waktu hamil dan apa ada masalah atau kelainan kehamilan yang
berdampak buruk bagi bayi. Riwayat ini meliputi :
d. Riwayat penyakit kehamilan : tidak ada
e. Kebiasaan waktu hamil
: tidak ada yang mengarah memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan janin.
f. Riwayat Persalinan
Sekarang
Jenis persalinan :
spontan B, spontan Brach atau SC
Ditolong oleh :
perawat, bidan atau dokter
Ketuban pecah :
saat inpartu dan keadaannya jernih
g. Riwayat Penyakit
Keluarga
Tidak ada anggota
keluarga yang memiliki penyakit menular menurun ataupun menahun seperti
jantung, asma, DM, hipertensi dan lain-lain.
h. Laporan Kebiasaan Bayi
Menilai kebiasaan bayi
sehari-hari yang mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi meliputi
: pola makan / minum, pola tidur dan pola eliminasinya.
2. Data Obyektif
a. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baik
TTV
Pernapasan :
40-60x/mnt
Nadi :
120x/mnt
Penilaian Apgar skor : 7-10
b. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan dilakukan
pada seluruh tubuh bayi melalui teknik inspeksi, palpasi, perkusi dan
auskultasi menunjukkan bayi dalam keadaan normal dan tidak ada tanda-tanda
kelainan pada bayi.
c. Pemeriksaan Khusus
Antropometri
1) Berat badan :
normalnya 2500 – 4000 gr
2) Panjang badan :
normalnya 48 – 52 cm
3) Lingkar kepala :
normalnya 33 – 35 cm
4) Sub Occiput Bregmantika (lingkaran kecil kepala) normalnya: 32cm
5) Sirkumferentian mento occipitalis (lingkar besar kepala)
normalnya : 35 cm
6) Sirkum fenentia fronto occipitalis (lingkar sedang kepala
normalnya : 34 cm
7) Lingkar dada : normalnya 30 – 38 cm
8) Lingkar lengan atas :
normalnya 10 – 11 cm
d. Refleks
1) Moro
:
Positif
2) Rooting
:
Positif
3) Sucking
:
Positif
4) Graphs / Plantar :
Positif
5) Walking
:
Positif
2.2.2 Interpretasi Data
Adalah langkah untuk menentukan
diagnosa / masalah yang timbul berdasarkan pengkajian data yang dilakukan.
Diagnosa : Neonatus aterm
dengan keadaan fisiologis
Ds
: Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya beberapa hari yang
lalu, jenis kelamin, berat badan dan panjang badan normal, tidak ada kelainan.
Do
: Bayi lahir dengan keadaan fisiologis dan tidak ada
kelainan.
2.2.3 Identifikasi Diagnosa
/ Masalah Potensial
Langkah ini diambil
berdasarkan diagnosa atau masalah yang telah ditemukan berdasarkan data yang
ada kemungkinan dapat menimbulkan keadaan yang lebih parah.
Pada asuhan kebidanan
neonatus fisiologis sebagai berikut :
Diagnosa / masalah potensial : tidak ada
2.2.4 Identifikasi Kebutuhan
Tindakan Segera / Kolaborasi
Langkah ini mencakup
tentang kebutuhan akan tindakan yang harus segera dilakukan untuk mengatasi
diagnosa atau masalah potensial yang terjadi agar tidak terjadi komplikasi.
2.2.5 Rencana Asuhan /
Intervensi
Langkah ini berisi
serangkaian asuhan yang akan diberikan kepada klien sesuai diagnosa atau
masalah awal yang ada sesuai dengan standar pelayanan.
|
RENCANA
|
RASIONAL
|
|
1. Jalin komunikasi
dengan keluarga klien.
2. Cuci tangan sebelum
dan sesudah tindakan pemeriksaan.
3. Pertahankan suhu
tubuh bayi.
4. Lakukan perawatan
tali pusat.
5. Kaji tanda-tanda
bahaya pada bayi
6. Hipotermi /
Hipertermi
7. Asfiksia
8. Tanda-tanda infeksi
9. Beri imunisasi HB
unijeck
10. Berikan Vitamin K
11. Ajarkan pada
keluarga untuk perawatan bayi sehari-hari
12. Berikan penyuluhan
pada ibu untuk pemberian ASI eksklusif.
|
1. Keluarga lebih
kooperatif
2. Pencegahan infeksi
3. Mencegah hipotermi
4. Mencegah terjadinya
infeksi pada bayi.
5. Mengetahui sedini
mungkin adanya kelainan pada bayi.
6. Memberikan kekebalan
pada bayi terhadap virus hepatitis.
7. Mencegah terjadinya perdarahan.
8. Keluarga dapat
merawat bayi secara mandiri dan meningkatkan kesehatan bayi.
9. Memberikan nutrisi
yang sesuai pada bayi.
|
2.2.6 Implementasi
Langkah ini berisi
tentang asuhan yang telah diberikan kepada klien berdasarkan rencana yang telah
disusun sebelumnya untuk menangani diagnosa / masalah yang telah
terindentifikasi.
2.2.7 Evaluasi
Langkah ini merupakan
cara untuk mengevaluasi asuhan yang telah diberikan apakah telah memenuhi
kebutuhan asuhan yang dibutuhkan klien. Jika memang asuhan yang telah diberikan
belum efektif maka perlu dilakukan pengulangan atau perbaikan pada pemberian
asuhan selanjunya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Neonatus adalah bayi
yang berumur antara 0 – 28 hari, pada masa ini bayi melakukan adaptasi pada
berbagai sistem tubuh. Oleh karena itu sangat rentan terhadap berbagai masalah
kesehatan.
Banyaknya kasus Angka
Kematian Bayi (AKB) di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor yang terjadi
pada masa neonatus antara lain : infeksi, asfiksia neonatorum, trauma
kelahiran, cacat bawaan, penyakit yang berhubungan dengan prematuritas dan
dismaturitas, imaturitas dan lain-lain. Pada masa neonatus yang rentan ini
perlu diwaspadai terjadinya hal-hal diatas dan perlu diadakan pemantauan pada
bayi baru lahir normal sekalipun.
Oleh karena itu asuhan
yang adekuat dan menyeluruh perlu dilakukan guna memberikan penanganan pada
kasus yang ada pada neonatus sehingga dapat mengatasi masalah yang ada.
3.2 Saran
3.2.1 Bagi Mahasiswa
Hendaknya mampu menerapkan
pengetahuan yang diterima di bangku kuliah dengan kasus yang ditemui di
lapangan sehingga dapat memberikan asuhan yang menyeluruh pada klien.
3.2.2 Bagi Lahan Praktek
Hendaknya lebih
meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kepada klien agar terpenuhi pelayanan
yang sesuai kebutuhan klien dan terjadi peningkatan cakupan pelayanan.
DAFTAR PUSTAKA
Depkes, RI. 2009. Pedoman Asuhan Byi Baru Lahir Terpadu.
Jakarta: Depkes RI
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Universitas Padjadjaran. 2000. Asuhan Bayi Baru Lahir.
Bandung. Universitas Padjadjaran






0 komentar:
Posting Komentar